Selasa, 04 Desember 2012

Kenakalan Remaja di Era Informatika


JUDUL diatas sangat cocok sekali dengan apa yang akan dibahas kali ini,judul diatas diambil dari sebuah judul lagu salah satu group Band baru yang menamakan dirinya “ Efek Rumah Kaca”.
Ketika bersiap-siap hendak berangkat kuliah tadi Pagi ada yang menarik di televisi,seperti biasanya setiap pagi memang hamper seluruh stasiun tv menyiarkan acara berita,di salah satu stasiun tv sedang rame-ramenya memberitakan perihal beberapa pihak sekolah yang hendak mengadakan tes keperawanan bagi seluruh sisiwi-siswinya di sekolah,saya pun tertarik untuk menyimak santapan pagi kalangan intelektual ini.Lhoo..yang jadi pertanyaan adalah kenapa harus ada tes keperawanan?dan apa yang melatarbelakanginya sehingga tes ini dilakukan di sekolah?
Dalam pemberitaan itu dikatakan latarbelakang dari dilakukannya tes keperawanan bagi siswi-siswi ini adalah kenakalan remaja khususnya prilaku seks bebas yang merebak dikalangan remaja saat ini,hubungannya sangat erat.Siswi-siswi Sekolah Menengah Pertama dan Atas adalah remaja yang sedang mengalami pubertas dan sedang dalam keadaan labil dilihat dari sisi psikologisnya,sehingga dengan adanya tes keperawanan ini dimaksudkan agar dapat mengidentifikasi tingkat seks bebas para siswi sekolah tersebut,dan pada akhirnya jika program ini dilakukan diharapkan nantinya bisa menekan tingkat prilaku seks bebas dikalangan remaja.Sejalan dengan program tersebut,pro dan kontra banyak disuarakan oleh berbagai pihak.Ada pihak yang setuju dan mendukung program tersebut dan ada pula yang kontradiksi,dan bagi mereka yang tidak setuju,alasannya adalah melanggar hak privacy seseorang.
Memang prilaku seks bebas yang menjarah kalangan remaja ini sudah sangat menghawatirkan sekali,remaja yang merupakan cikal bakal dan penerus yang akan meneruskan kepemimpinan bangsa seharusnya saat ini belajar dan belajar dengan giat,bukan malah tergiur oleh kesenangan dan terbawa oleh arus kehidupan yang ganas dan berbahaya.Tapi nyatanya lain,remaja saat ini sudah berbeda dengan remaja zaman buyut kita dulu,paradigma berfikirnya pun lain,jika dahulu berakit-rakit dahulu berenang-renang ketepian itu sangat ampuh dan benar-benar nyata,saat ini berbeda,mungkin pribahasa di atas berubah menjadi seperti ini : berenang-renang ke hulu,berakit-rakit ketepian.
Sebagai contoh,Malam sebelum saya menonton berita pagi tersebut,tepatnya kemarin ( 29 September 2010 ), setelah saya mengantarkan sahabat saya pulang kerumahnya,lalu saya berkunjung ke sahabat saya yang lain,tempatnya tidak jauh dari terminal Cicaheum,salah satu terminal di kota Bandung.Ketika saya sampai di tempat tujuan saya mendapati tiga orang laki-laki dan satu perempuan tepatnya seorang remaja sedang asyik mengobrol sembari menonton tv,yang wah remaja tersebut sedang asyik menghisap sebatang rokok dengan teh gelas didepannya.Pemandangan seperti itu memang tidak begitu asing bagi saya karena sebelumnya saya sering melihat perempuan-perempuan cantik merokok,bahkan nenek-nenek pun pernah saya lihat.Tapi yang ada di hadapan saya kali ini adalah seorang remaja / ABG (anak baru gede ),sangat muda dan cantik,dapat diperkirakan umurnya sekitar 17 tahunan.Apa yang dapat anda simpulkan jika membayangkan seorang ABG atau remaja cantik sedang merokok ditengah-tengah tiga orang lelaki yang umurnya jauh di atas dia?ya lumayan jauh,karena ketiga lelaki itu adalah mahasiswa tingkat akhir di sebuah Sekolah Tinggi Swasta di Bandung.
Saya kurang mengetahui ihwal remaja cantik tersebut,karena saya baru pertama kali melihatnya.lebih parahnya lagi,ternyata di salah satu kamar kontrakan tersebut ada sepasang remaja lain,Hal ini saya ketahui dari teman saya ketika saya sedikit memberanikan diri untuk bertanya kenapa pintu kamar tertutup.ooohh pantas saja,saya fikir.Silahkan anda simpulkan sendiri!
Dan beberapa saat setelah itu,pintu kamar terbuka lalu dari kamar tersebut keluarlah seorang remaja cantik dan lebih ramping,wihh…dia sedikit memberikan isyarat kepada temannya (remaja pertama ) agar masuk ke kamar,saya melihat ada seorang laki-laki dan lampu kamar dimatikan,gila seakan-akan mereka berdua mengantri menunggu giliran,gila!saya fikir ini gila!Saya penasaran dengan kedua anak baru gede tersebut,setelah menanyakannya kepada teman saya,salah satu dari ketiga orang yang pertama kali saya dapati disana.”kedua remaja tersebut adalah sisiwi salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri di kota Bandung”,dan katanya lagi mereka berdua memang sudah biasa dan sering dating ke kontrakan,untuk apa?silahkan prediksikan!Bahkan ketika kami ngobrol-ngobrol dengan remaja yang sedang ada diantara kami,dengan iseng salah satu teman saya bertanya ihwal kelakuan mereka yang suka dengan hal yang paling tabu dan bahkan menurut agama kami itu haram hukumnya,dengan enteng dia menjawab “ itu mah geus jadi kebutuhan dasar “katanya,artinya hal itu sudah menjadi kebutuhan dasar dia yang harus dipenuhi.yaa tuhaann…..bisa anda bayangkan betapa bobroknya moral bangsa ini,jika seorang siswi SMA saja sudah bicara seperti itu.Lalu siapa yang pantas untuk disalahkan??
Tidak adil rasanya jika kita menyalahkan remaja-remaja tersebut secara langsung,apakah mereka hanya sebatas korban dari derasnya arus kehidupan? Pada dasarnya,remaja seusia mereka sedang membutuhkan bimbingan dan arahan mengenai arti dari menjaga diri,dan arti kesucian diri,mereka hanya salah arah,mereka hanya belum bisa menemukan kedewasaanya,contoh di atas adalah satu dari sekian kenakalan remaja yang terjadi di era informatika ini.Dan jika kita kaji lebih jauh lagi,ada beberapa factor yang menyebabkan kenakalan-kenakalan remaja khususnya siswi-siswa sekolahan itu terjadi,diantaranya :
Pertama,kurangnya bimbingan dan pengawasan pihak orang tua dan guru-guru disekolah.Sehingga remaja tersebut bisa dengan bebasnya melakukan berbagai hal diluar sepengetahuan orang tua dan guru.kedua,pergaulan yang bebas dengan teman yangn tidak sebaya,sehingga pola piker yang berbeda bisa mempengaruhi remaja yang saat itu sedang labil.Ketiga,kurang selektif dalam menerima dan mengkonsumsi kemajuan-kemajuan teknologi seperti internet,ini era kemajuan teknologi,dikarenakan mereka kurang pengetahuan serta arahan dari pihak orang tua dan guru mereka juga masih belum bisa bersikap adil untuk memfilter dan menentukan mana yang baik untuk dikonsumsi dan mana yang tidak,seperti halnya HP.Keempat,kurangnya pendidikan agama dilingkungan,baik keluarga maupun lingkungan masyaraktnya,sehingga dia tidak mengetahui mana yang etis dan mana yang tidak etis untuk dilakukan menurut agama.Kelima,tidak adanya media penyalur bagi hobi dan bakat mereka,jika kegemaran mereka tidak difasilitasi kemungkinan mereka akan beralih untuk melakukan sesuatu yang diluar kewajaran dan batasan .Keenam,kebebasan yang terlalu yang diberikan oleh orang tuanya,disinilah sebenarnya orang tua sangat berperan untuk membatasi apa saja yang harus diberikan kepada anak-anak remajanya,selain para orang tua menjadi teman curahat bagi anak-anaknya,para orang tua juga harus bisa memberikan pendidikan seks,sehingga anakanak remaja mereka mengerti sepenuhnya.dan Terakhir,karena banyaknya alat-alat kontrasepsi seperti kondom yang dijual dengan bebasnya di pasaran,dibeli oleh siapa saja tanpa ada batasan atau aturan tersendiri,hal ini membuka peluang bagi setiap remaja untuk turut membelinya untuk digunakan atas dasar kepenasaranan atau mungkin keinginan untuk mencoba hal-hal yang baru dan mereka piker aman.untuk membuktikannya anda bisa pastikan dengan berkunjung ke took-toko waralaba dan atau ke apotek-apotek di dekat perumahan anda.
Setelah mengetahui faktor-faktor di atas,maka kita dapat mengetahui siapa saja yang bertanggung jawab atas terjadinya fenomena-fenomena seperti ini,Selain remaja-remaja itu sendiri orang tua beserta guru memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan dan mendidik para penerus bangsa itu.Selain itu,agama dan lingkungan juga turut andil dalam membentuk kepribadian remaja.Sekian tulisan ini saya tulis,semoga ada manfaatnya bagi para pembaca sekalian khususnya bagi diri penulis,Tak ada gading yang tak retak,dan kebenaran hanya milik Allah semata.
Wassalam….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar